Karakteristik molekul dari Vibrio spp yang menyebabkan penyakit pada Black Tiger Udang (Penaeus monodon) di tambak udang Sumatera dan Jawa dengan sekuensing 16S rDNA

Diposting oleh Benedictus Jaya on Selasa, 03 Januari 2012

Tambak udang memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi Indonesia dalam sektor perikanan. Ekspor Indonesia sekali produksi udang mencapai 50% dari semua ekspor perikanan pada tahun 2002 dan peringkat kelima di non-minyak komoditas ekspor. Kegagalan biasanya disebabkan oleh serangan vibrio sp yang mengakibatkan kematian cepat udang besar angka. Vibrio sp udang terinfeksi umumnya ditandai dengan klinis gejala, di mana udang terlihat lemah, merah gelap atau pucat, antena dan kaki renang berwarna merah. Ini adalah jenis bakteri patogen yang menginfeksi dan menyebabkan penyakit ketika kondisi udang lemah dan ekstrim lingkungan faktor-faktor.

V. alginolyticus pertumbuhan ditandai oleh segerombolan on padat non-selektif media. Fitur lainnya adalah, fermentasi glukosa, sukrosa laktosa,, dan maltosa, membentuk kolom berukuran 0,8 sampai 1,2 cm berwarna kuning pada TCBS media. 

V. parahaemolyticus FNS regangan C08 memiliki karakteristik biru untuk berwarna kehijauan koloni, memiliki sifat fermentatif, glukosa, laktosa, sukrosa dan produksi gas adalah positif.

V. harveyi B08 FNS memiliki karakteristik koloni kuning pada media TCBS, memiliki sifat fermentatif, glukosa merah metil, dan sukrosa positif. Sementara produksi gas laktosa negatif dan H2S.

Vibrio shilonii memiliki karakteristik koloni hijau pada media TCBS, memiliki sifat fermentatif, merah metil, laktosa glukosa, dan sukrosa positif. Sedangkan produksi gas dan H2S negatif.

V. vulnificus memiliki karakteristik untuk koloni biru hijau pada TCBS media, memiliki sifat positif fermentatif dan glukosa. Sementara metil merah, laktosa, sukrosa, produksi gas dan H2S negatif. 

Sumber : http://ijat-aatsea.com/pdf/May_v7_n3_11/13%20IJAT2011-02%20FJR.pdf

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar